Disamping pekerjaan utama saya di industry keuangan, saya juga mengklaim diri saya sebagai seorang trader. Yup, saya ada mengalokasikan sebagian dana saya untuk trading.

But, karena kesibukan saya, scalping is not my cup of tea. Saya lebih ke swing trading, menunggu momentum harga yang tepat lalu kemudian mengambil posisi dengan position size yang sesuai dengan profile resiko saya.

Saya ini tipe-tipe trader moderate, saya tidak terlalu agressive walaupun saya juga sedang dalam tahap mendalami crypto future market.

Oiya, saya ini terutama trading di pasar saham Indonesia dan juga trading asset kripto, ya.

Disclaimer, I am not a professional trader. I am still learning tho. Tapi di page ini saya igin berbagi tools-tools apa saja yang saya gunakan.

Stock Trading Platform: IPOT dan Stockbit

Saya adalah pengguna platform IPOT sejak tahun 2014. Waktu itu, saya baru masuk kuliah di jurusan manajemen keuangan dan sangat tertarik untuk menjadi kaya lewat pasar saham. Biasalah, impian kosong anak muda dari perantauan gitu.

Saya diperkenalkan dengan IPOT juga dari salah satu dosen saya. Selain itu, IPOT dulu juga adalah satu-satunya sekuritas yang proses pembukaannya cepat dan initial depositnya rendah. Cuma Rp100 ribu. Kalau sekarang, sih ini bukan keunggulan yang uda biasa ya. Tapi di waktu itu, langkah ini revolusioner.

IPOT memang broker pertama saya, tapi harus diakui kalau akhir-akhir ini, aplikasinya agak sedikit tertinggal dari kompetitor dari sisi fitur analisisnya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membuka account broker lagi di Stockbit yang baru-baru ini sudah bekerja sama (judulnya sih mestinya akuisisi ya) dengan Mahakarya Artha Sekuritas.

Kita semua tau lah ya gimana okenya Stockbit dan fitur-fitur analytics dan social stream-nya. So, Stockbit saya gunakan untuk trading dan IPOT lebih kepada investing yang pasif.

Crypto Trading Platform: Binance dan FTX

Demam kripto melanda anak-anak milennial dan Gen Z terutama dari awal pandemi sampai sekarang. Kamu pasti sering kan liat story circle kamu yang mendadak jadi sering nge-share cuan dari kripto. Saya hampir terjebak dalam lifestyle itu haha.

Tapi tidak. Sebagai introvert akut, I prefer to stay low. Males lah entar pada heboh.

Well, untuk platform crypto trading, saya pakai Binance dan FTX.

Binance saya gunakan lebih untuk investasi jangka menengah ke panjang, terlebih ada fitur untuk flexible and lock saving. At some point, saya malah lebih prefer nabung kripto di Binance daripada nabung deposito. Oiya, Binance juga punya Launchpad dan Launchpool yang artinya kamu bisa dapat koin/token baru hanya dengan menyimpan USD-backed stablecoin. Kalau ternyata koinnya terbang to the moon, kan mayan banget.

Untuk trading yang lebih frequent, saya menggunakan FTX. Kenapa? karena FTX lebih reliable, terutama untuk trading futures. Kamu bahkan bisa borrow some coin and use that as collateral untuk trading futures. Intinya, untuk trading FTX ini lebih superior dari Binance, terutama untuk koin-koin yang basisnya adalah Solana. Untuk fitur diluar trading memang FTX ini masih kureng, sih.